Kamis, 21 Juli 2011

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN INDONESIA


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A. MANUSIA BERBUDAYA

Dari banyaknya mahkluk Tuhan, manusia menduduki posisi tertinggi, kelebihannya dalam hal ini adalah akal (pikiran), perasaan, keterampilan serta kemampuan relegiusnya.
Dalam bahasa latin manusia disebut home yang mengacu pada humus yang berarti tanah.
Istilah lain yang menyebut manusia adalah anthropologi, dari kata antropos yang berarti manusia serta logos yang berarti ilmu.
1.    Homo Sapience. Adalah binatang cerdas yang sering diartikan manusia bijaksana yang volume otaknya relatif besar        (sekitar 1400 cc), manusia memiliki kecerdasan yang tinggi.
2.   Homo Esteticus, berarti manusia tahu keindahan , didasarkan pada perasaan yang dimilikinya.
3.   Homo faber, yang berarti manusia adalah tukang atau pekerja.
4.   Homo Economicus, yang berarti manusia ekonomi, perhitungan dari yang sangat sederhana hingga detil, tentang upaya pemenuhan kebutuhan
5.   Homo Relegius, berarti manusia beragama

Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
1.    Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
2.   Hayat, yaitu: mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
3.   Ruh, yaitu: bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
4.   Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:
1.    Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar. Terkukung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan. Proses pemenuhan kepuasan yang disebutkan terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses pimer. Obyek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsung dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahap psikoseksual dari perkembangan individual.
2.   Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara satu dan dua tahun, pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungannya. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntutan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Pencapaian obyek-obyek khusus untuk mengurangi energi libidinal dengan cara yang dalam lingkungan sosial dapat diterima disebut sebagai proses sekunder.
3.   Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua. Baik aspek negatif maupun positif dari standar moral tingkah laku ini diwakilkan atau ditunjukkan oleh superego.

B. HAKEKAT MANUSIA
1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asal nya yaitu Tuhan. Jiwa adalah roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
   Kesempurnaan nya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptaanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian.
Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya:
a.   Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenan dengan pengetahuan.
b.   Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahanan.
c.   Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
d.   Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
e.   Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
f.   Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.

3. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
   manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya.
Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi
a.   Cipta, menimbulkan ilmu pengetahuan dan teknologi
b.   Rasa, menimbulkan etika dan estetika
c.   Karsa, menimbulkan kebudayaan material

C. KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT

1.     Masalah Kebudayaan juga diperhatikan dalam sosiologi dan anthropologi serta disiplin lainnya, karena kebudayaan masyarakat manusia merupakan dwitunggal yang tidak dapat terpisahkan.  Perbedaannya hanya untuk kepentingan ilmiah dan analisis. Mengapa?
2.    Istilah kebudayaan berasal dari kata Sansekerta budhayah, merupakan bentuk jamak dari kata budhi , yang berarti budi atau akal. Culture berasal dari kata Latin colere yang berarti mengolah atau mengerjakan.
3.    Kebudayaan adalah semua hasil dari karya,rasa dan cita-cita masyarakat. Bandingkan dengan konsepsi lain!
4.    Banyak pendapat para sarjana tentang unsur-unsur kebudayaan. Oleh C. Kluckhon dianalisis dengan menunjuk pada inti pendapat-pendapat sarjana, tersebut, yang menyimpulkan adanya tujuh unsur kebudayaan yang di anggap sebagai cultural-universals, yaitu:
a.   Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
b.   Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
c.   Sistem kemasyarakatan
d.   Bahasa
e.   Kesenian
f.   Sistem pengetahuan
g.   Religi

Ralph Linton memecahkan cultural-universals tersebut di atas ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil lagi, yaitu :
a.   (cultural-activity)
b.   trait-compleks
c.   traits
d.   items

1.    kebudayaan berguna bagi manusia yaitu untuk melindungi diri terhadap alam, mengatur hubungan antar manusia dan sebagai wadah dari segenap perasaan manusia. Jabarkanlah lebih lanjut
2.   setiap kebudayaan mempunyai sifat-sifat hakikat sebagai berikut:
a.    kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
b.   kebudayaan telah ada lebih dahulu mendahului ahlinya lahirnya suatu generasi yang bersangkutan
c.   Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
3.   Pembentukan kepribadian individu dipengaruhi oleh faktor-faktor kebudayaan, organisme biologis, lingkungan alam dan lingkungan sosial individu tersebut. Manakah yang lebih dominan? Mengapa demikian?
4.   Tak ada kebudayaan yang statis; setiap kebudayaan mempunyai dinamika. Gerak tersebut merupakan akibat dari gerak masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Apakah sebabnya?
5.   Akulturasi merupakan proses di mana suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu, dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudaan asing yang berada sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat-laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Akulturasi merupakan salah-satu contoh gerak kebudayaan. Apakah akibatnya? Jelaskan dan contoh-contohnya.


D.  KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT

1.    Manusia pada umumnya di lahirkan seorang diri, akan tetapi dia adalah makhluk yang telah mempunyai naluri untuk hidup dengan manusia-manusia lain, naluri mana di namakan gregariousness. Mengapa?

2.   Kelompok sosial atau “social group” adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka. 
Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Apakah setiap kelompok merupakan kelompok sosial?


3. Beberapa persyaratan kelompok sosial adalah:
a.   Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
b.   Ada hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
c.   Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain.
d.   Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.

4.Tipe-tipe kelompok sosial dapat dikualifikasikan dari beberapa sudut atau dasar pelbagai kriteria/ukuran:
a. besar-kecilnya jumlah anggota,
b. kepentingan dan wilayah,
c. berlangsungnya suatu kepentingan,
d. derajat organisasi,
e. kesadaran akan jenis yang sama, hubungan sosial dan tujuan.
Pembedaan manakah yang paling baik?
5.    
a.   In-group adalah kelompok sosial, dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya.
b.   Out-group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-group-nya.
6.
a.   Kelompok primer (primary group) atau face-to-face group merupakan kelompok sosial yang paling sederhana, di mana ada kerja sama yang erat.
b.   Kelompok sekunder (secondary group) adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.

7.
a.   Paguyuban (Gemeinschaft) adalah bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan.
b.   Patembayan (Gesellschaft) adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu pendek. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam fikiran belaka. Bandingkan dengan kelompok primer dan kelompok sekunder.

8.
a.   Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya.
b.   Informal group tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti. Kelompok-kelompok  tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang kali, yang menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama.
                   

9.        
a.   Membership group merupakan suatu kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut
b.   Reference group ialah kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Apakah pengaruh pembedaan tersebut?
10.
a.   Kelompok okupasional
b.   Kelompok volonter
11.Kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur .                                                                
a.    Kerumunan (crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang bersamaan
b.   Bentuk-bentuk Kerumunan:
        1.) Kerumunan yang berartikulasi dengan 
struktur sosial;
a.)         Khalayak penonton atau pendengar yang formal (formal audiences).
b.)         Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group).
        2.) Kerumunan yang bersifat sementara
     (casual crowds):
a.   ) Kumpulan yang kurang menyenangkan (Inconvenient  aggregations).
b.   ) Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (panic crowds).
c.   ) Kerumunan penonton (spectator crowds).
3)  Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum (lawless crowds).
a.   ) Kerumunan yang bertindak emosional (Acting mobs).
b.   ) Kerumunan yang bersifat immoral (Immoral crowds).
Bandingkan antara jenis-jenis kerumunan tersebut !
12.        a. Istilah masyarakat setempat (Community) menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu, di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar antara anggota, dibandingkan dengan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
b.    Dalam mengklasifikasikan masyarakat-masyarakat setempat, dapat dipergunakan empat kriteria yang saling berpaut, yaitu:
1)           jumlah penduduk,
2)  luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman,
3)    fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat,
4)          organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.

c.   Dalam masyarakat modern sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community), dengan masyarakat perkotaan (urban community), pembedaan mana bersifat graduil.
Apakah pembedaan tersebut tepat?
13. a. Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
b.Sebab-sebab urbanisasi dapat ditinjau dari dua sudut, yaitu:

1)   Faktor yang mendorong penduduk desa untuk meningkatkan tempat/ daerah kediamannya (push factors), dan
2)  Faktor kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota (pull factors).

        c. Akibat akibat Negatif urbanisasi yang terlalu cepat antara lain:
1) pengangguran
2) naiknya kriminalitas
3) persoalan perwismaan
4) kenakalan anak-anak/kejahatan anak-anak
Apakah akibat positifnya?
14. Small group adalah kelompok yang secara teoritis terdiri paling sedikit dari dua orang, di mana orang-orang saling berhubungan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu dan yang menganggap hubungan itu sendiri, penting baginya. Mengapa small group penting untuk dipelajari?
15.Dinamika kelompok-kelompok sosial perlu dipelajari, untuk mengetahui realitas kehidupan kelompok-kelompok sosial itu sendiri. Adakah kelompok yang statis? Mengapa?

E.  LEMBAGA SOSIAL/LEMBAGA KEMASYARAKATAN

a.   Di antara para ahli/sarjana sosiologi, belum ada kata sepakat perihal istilah Indonesia yang tepat untuk social institutions. Beberapa istilah telah dikemukakan antara lain “Pranata Social” dan “bangunan Social”. Dalam tulisan ini dipakai istilah”Lembaga-Kemasyarakatan”, oleh karena istilah ini lebih menunjuk sesuatu bentuk dan sekaligus juga mengandung pengertian – pengertian yang abstrak perihal adanya norma – norma dan peraturan – peraturan tertentu yang menjadi ciri lembaga tersebut. Manakah yang merupakan istilah paling tepat?
b.   Lembaga kemasyarkatan adalah himpunan norma – norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. Wujud yang kongkrit lembaga kemasyarakatan tersebut adalah asosiasi (association). Sebagai contoh, Universitas merupakan Lembaga Kemasyarakatan, sedangkan Universitas Indonesia, Universitas Pajajaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan lain – lainnya adalah contoh asosiasi. Perlukah  pembedaan antara social institution dengan asosiasi?
c.   Lembaga kemasyarakatan pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi, yaitu :
a.   Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap di dalam mengahadapi masalah – masalah dalam masyarakat, yang terutama menyangkut kebutuhan pokoknya.
b.   Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
c.   Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control), artinya, sistem pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku anggota – anggotanya.
d.   Supaya hubungan antara manusia di dalam sesuatu masyarakat terlaksana sebagaimana diharapkan, maka diciptakanlah norma – norma, yang mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda –beda.
Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut, dikenal adanya empat pengertian, yaitu :
a.   Cara (Usage)
b.   Kebiasaan (folkways)
c.   Tata kelakuan (mores), dan
d.   Adat (Customs).
Masing-masing pengertian di atas, mempunyai dasar yang sama, yaitu masing – masing merupakan norma – norma kemasyarakatan yang memberikan petunjuk bagi tingkah laku seseorang yang hidup di dalam masyarakat. Bagaimanakah membedakan norma – norma tadi?
a.   Cara (usage) menunjuk pada suatu bentuk perbuatan.
b.   Kebiasaan (folkways) adalah perbuatan yang diulang – ulang dalam bentuk yang sama.
c.   Tata-kelakuan (mores) merupakan kebiasaan yang dianggap seagai cara berperilaku dan diterima norma – norma pengatur.
d.   Adat – istiadat (customs) adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola – pola perilaku masyarakat. Bila adat – istiadat dilanggar, maka sanksinya berwujud suatu penderitaan bagi pelanggarnya.
 6. Dalam rangka pembentukanya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma – norma t      ersebut mengalami beberapa proses, yaitu:
a.      Proses pelembagaan (institutionalization), yakni suatu proses yang dilewati oleh sesuatu norma kemasyakaratan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan. Yang dimaksudkan ialah, sampai norma-norma kemasyarkatan itu, oleh masyakarat dikenal, diakui, dihargai dan kemudian ditaati dalam kehidupan sehari-harinya.
b.     Norma- norma yang internalized, artinya adalah bahwa proses norma- norma kemasyarakatan tidak hanya berhenti sampai pelembagaan saja. Akan tetapi mungkin norma – norma tersebut mendarah- daging dalam jiwa anggota- anggota masyarakat.
Apakah syaratnya agar terjadi internalization?
7.   Supaya anggota sesuatu masyarakat menaati norma- norma yang berlaku, diciptakan pengendalian social (Social Control). Sistem pengendalian yang merupakan segala sistem maupun proses yang dijalankan oleh masyarakat selalu disesuaikan dengan nilai – nilai dan kaidah – kaidah yang berlaku dalam masyarakat. Pengendalian sosial dapat bersifat:
a.   Preventif/positif.
b.   Represif/negatif.
Manakah yang paling efektif? Bagaimanakah cara-caranya?
8.   Alat –alat pengadilan sosial dapat digolongkan ke dalam paling sedikit lima golongan, yaitu:
a.   Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma – norma kemasyarakatan.
b.   Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma –norma kemasyarakatan.
c.   Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma –norma kemasyarakatan dan nilai – nilai yang berlaku.
d.   Menimbulkan rasa takut.
e.   Menciptakan sistem hukum, yaitu sistem tata- tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar.
Apakah ukuran efektivitasnya?
9.   Seseorang di mana pun dia hidup, secara sadar maupun secara tidak sadar selalu akan menciptakan suatu kebiasaan bagi dirinya yang khas yang dinamakan babit.
Selain itu, juga dijumpai pola – pola perilaku atau patterns of behavior yaitu cara – cara bertindak yang sama dari orang – orang yang hidup dalam masyarakat. Yang manakah yang paling penting dalam pergaulan hidup?
10.                Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan mempunyai beberapa ciri umum, yaitu:
a.   Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola –pola pemikiran dan pola-pola perillaku yang terwujud melalui aktivitas- aktivitas kemasyarakatan dan hasil- hasilnya.
b.   Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
c.   Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d.   Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat –alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e.   Lambang biasanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
f.   Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tak tertulis.
11. Tipe –tipe lembaga kemasyarakatan dapat diklasifikasikan sbb:
a.   Dari sudut perkembangannya
1. Cresive institutions
2. Enacted institutions
b.   Dari sudut sistem nilai- nilai yang diterima masyarakat
1. Basic institutions
2. Subsidiary institutions
c.   Dari sudut penerimaan masyarkat
1. Approved socially sanctioned institutions
d.   Dari sudut penyebarannya
1. General institutions
2. Regulative institutions
e.   Dari sudut fungsinya    
1. Operative institutions
2. Restricted institutions
Apakah contoh-contohnya?
12.                Cara- cara pendekatan atau mempelajari lembaga kemasyarakatan dapat dirinci ke dalam:
a.   Analisis historis
b.   Analisis komparatif
c.   Analisis hubungan antara lembaga- lembaga kemasyarkatan yang terdapat dalam suatu masyarakat tertentu.
Terapkan cara-cara pendekatan tersebut!
13.                Masalah yang erat hubunganya dengan pengendalian sosial adalah conformity yaitu penyesuaian diri pada norma- norma dan nilai- nilai dalam suatu masyarakat. Deviation yaitu penyimpangan terhadap norma-norma dan nilai- nilai tersebut. Conformity biasanya sangat kuat dalam masyarakat –masyarakat yang tradisional, hal yang sama pada masyarakat- masyakarat yang tradisional, hal yang sama pada masyarakat di kota-kota seringkali dianggap sebagai penghambat kemajuan dan perkembangan.
Secara lebih mendalam  lagi, Robert K. Merton telah menelaah soal conformity dan deviation dengan menciptakan diagram Merton. Sistematika itu menggolong-golongkan tindakan-tindakan manusia, tujuannya serta cara-cara mencapai tujuan tersebut

F. PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

Ringkasan
1.    a. Proses-proses adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok-kelompok saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau perkataan lain, proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama.
b. Pembahasan demikian, mencakup ruang lingkup yang luas, merupakan serangkaian studi sosiologi pada tingkat lanjutan. Untuk keperluan mata-pelajaran Pengatar sosiologi, pembahasan akan dibatasi pada bentuk-bentuk interaksi sosial, yaitu bentuk-bentuk yang tampak apabila individu ataupun kelompok mengadakan imbangan satu sama lain.
c. Pengertian-pengertian tentang interaksi sosial sangat berguna untuk menelaah dan mempelajari banyak masalah di dalam masyarakat. Umpamanya di Indonesia, dapat dibahas bentuk-bentuk interaksi sosial yang berlangsung antara pelbagai suku-bangsa, antara golongan-golongan yang disebut mayoritas dan minoritas, dan antara golongan terpelajar dengan golongan agama dan seterusnya.
d. Interaksi sosial adalah kunci dari semua kihidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Jelaskan hubungan antara a, b, c, dan d.     

2.   Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Apakah bedanya dengan interelansi ?
3.   a. Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila  tidak memenuhi dua syarat, yaitu:
1)                                Adanya kontak sosial (social contact).
2)                                Adanya komunikasi
     b. Kontak, merupakan tahap pertama dari terjadinya interaksi sosial. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu :
1)         Antara individu
2)        Antara individu dengan satu kelompok atau sebaliknya
3)        Antara satu kelompok dengan kelompok- kelompok lainnya
c. Suatu kontak dapat pula bersifat primer atau   sekunder, kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.
d. Komunikasi berarti bahwa seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Mengapa harus ada kontak dan komunikasi ?
4.   Pentingnya kontak dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial, dapat diuji pada suatu kehidupan yang terasing (isolation). Kehidupan teerasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan mengadakan interaksi sosial dengan fihak-fihak lain. Mungkinkah interaksi itu terhalang oleh suatu keadaan tertentu?
5.   a. Bentuk-bentuk interaksi dapat berupa kerja sama, (cooperation) persaingan (competition) dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Bagaimanakah urutannya secara logis?
    b. suatu pertikaian tidak mungkin berlangsung selama-lamanya. Pada suatu ketika pertikaian itu mendapatkan suatu penyelesaian. Mungkin penyelesaian itu hanya dapat diterima untuk sementara waktu, dalam arti bahwa kedua belah pertikaian kedua belah fihak berdamai karena kekuatan saling berimbang (akomodasi). Dan ini dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Apakah manfaat terjadinya akomodasi?
6.   Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi yaitu :
    1) proses yang asosiatif (processes of association) yang terbagi kedalam tiga bentuk khusus lagi, yaitu :
a.   akomodasi.
b.   asimilasi dan akulturasi.
    2) proses yang disosiatif (processes of dissociation) yang mencakup :
a.   persaingan
b.   pertentangan atau pertikaian yang meliputi contravention dan conflict.
7.   Sistematika yang lain peernah pula dikemukakan oleh Kimball young, sebagai berikut :
    1) oposisi (opposition) yang mencakup persaingan atau pertikaian (conflict).
    2) kerja sama (co-operation) yang menghasilkan akomodasi (accommodation), dan
    3) diferensiasi (differentiation) merupakan suatu proses dimana individu di dalam masyarakat  memperoleh hak dan kewajiban atas dasar perbedaan usia, seks dan pekerjaan. Manakah penggolongan yang lebih tepat ?
8.   Menurut Tamotsu Shibutani, dalam pola-pola interaksi terjadi :
    a. akomodasi dalam situasi rutin
    b. ekspresi pertemuan dan anjuran
    c. interaksi stratgis dalam pertentangan
    d. pengembangan perilaku massa.

9.   Dengan kerja sama dimaksudkan sebagai  suatu usaha sama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu
a.   Istilah akomodasi dipergunakan dalam dua arti yaitu; menunjuk suatu keadaan adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara individu dan kelompok berhubungan dengan norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.
b.   Sebagai suatu proses, menunjuk pada suatu usaha-usaha manusia dalam meredakan suatu pertentangan yaitu usaha untuk mencapai kestabilan.
c.   Tujuan akomodasi adalah :
1)           Untuk mengurangi pertentangan antara individu atau kelompok sebagai akibat perbedaan faham.
2)          Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
3)          Akomodasi kadang-kadang diusahakan untuk memungkinkan kerja sama antara kelompok-kelompok yang hidup terpisah sebagai akibat dari bekerjanyafaktor-faktor sosial, psikoligis dan kebudayaan.
4)          Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok yang terpisah.

d. Bentuk-bentuk akomodasi yang penting adalah :
1)            Coercion
2)           Compromise
3)           Arbitration
4)           Mediation
5)           Conciliation
6)           Toleration
7)           Stalamate
8)           Adjudication

e. Hasil-hasil akomodasi antara lain:
1)   Usaha-usaha untuk sebanyak mungkin menghindarkan diri dari bentuk-bentuk pertentangan yang baru guna kepentingan integrasi masyarakat.
2)   menekan oposisi
3)   koordinasi pelbagai kepribadian yang    berbeda.
4)   perubahan-perubahan kedudukan.
5)   membuka jalan ke arah asimilasi.

11.a. Asimilasi merupakan suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara individu atau kelompok atau juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

b.Bentuk-bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi, adalah:
1)           interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap fihak lain, di mana fihak yang lain tadi juga berlaku sama.
2)          interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan.
3)          proses assimilasi dipercepat, apabila interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer.
4)           asimilasi diperkuat apabila frekuensi interaksi-interaksi sosial tinggi, tetap dan apabila ada keseimbangan antara pola-pola asimilasi tersebut.

c. Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya assimilasi adalah:
1)   Toleransi
2)   Kesempatan-kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.
3)   Suatu sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
4)   Sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat .
5)   Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6)   Perwakilan campuran  (amalgamation).
7)   Adanya Musuh bersama dari luar.

1)            Faktor-faktor menghalang-halangi terjadinya asimilasi adalah antara lain:
1)           Kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat terisolasi.
2)           Kurangnya  pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
3)           Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi .
4)           Perasaan bahwa kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih superior daripada golongan atau kelompok lainnya.
5)           Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik dapat pula menjadi penghalang terjadinya asimilasi.
6)           Adanya in-group feeling yang kuat.
7)           Apabila golongan minoritas mengalami gangguan golongan yang berkuasa.
8)           Perbedaan kepentingan dan pertentagan peribadi.
Terapkan a, b, c, dan d pada keadaan nyata di Indonesia.

12.a. Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman.

      b. Persaingan mempunyai dua tipe umum, yaitu yang bersifat pribadi dan yang tidak bersifat pribadi.

c. Bentuk-bentuk persaingan adalah:
2.   Persaingan ekonomi.
3.   Persaingan kebudayaan.
4.   Persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan peranan yang tertentu dalam masyarakat.
5.   Persaingan karena perbedaan ras.

d. Fungsi-fungsi persaingan:
1)           Untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif.
2)          Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian tersalurkan dengan sebaik-baiknya.
3)          Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atau dasar seks dan seleksi sosial.
4)          Sebagai alat untuk menyaring warga golongan-golongan karya untuk mengadakan pembagian kerja.

e. Hasil suatu persaingan adalah sebagai berikut:
1.        Perubahan kepribadian seseorang.
2.       Kemajuan,
3.       Solidaritas kelompok,
4.       Disorganisasi.
Terapkan a, b, c, d, dan e pada keadaan nyata di Indonesia.

13.
a.   kontravensi (contravention) ditandai oleh gejala – gejala adanya ketidakpuasan terhadap suatu rencana.


b.   kontravensi mencakup lima subproses, yaitu:
1)       proses umum
2)      bentuk sederhana
3)      bentuk intensif
4)      yang bersifat rahasia
5)      yang bersifat taktis
c.   tipe – tipe umum kontravensi adalah kontravensi yang menyangkut generasi seks dan kontravensi.
d.   tipe–tipe yang merupakan tipe perbatasan antara kontravensi dengan pertentangan atau pertikaian adalah :
1)           kontravensi antara masyarakat    setempat.
2)          antagonisme keagamaan
3)          kontovensi intelektual
4)          oposisi moral
mengapa manusia melakukan kontravensi ?
14. 
a.   Pertentangan atau pertikaian adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.
             
b.   Sebab musabab atau akar – akar pertentangan adalah :
1)       perbedaan individu – individu
2)      perbedaan kebudayaan
3)      perbedaan kepentingan, dan
4)      perubahan sosial.
c.   Pertentangan – pertentangan yang menyangkut suatu tujuan, nilai atau kepentingan, sepanjang tidak berlawanan dengan pola-pola hubungan sosial didalam struktur sosial yang tertentu, maka pertentangan-pertentangan tersebut bersifat positif.
d.   Masyarakat biasanya mempunyai alat-alat tertentu untuk menyalurkan benih-benih permusuhan; alat tersebut dalam ilmu sosiologi dinamakan safety-valve intstitutions yang menyediakan obyek-obyek tertentu yang dapat mengalihkan perhatian pihak-pihak yang bertikai ke arah lain.
e.   Bentuk-bentuk pertentangan adalah:
1)           pertentangan pribadi
2)          pertentangan rasial
3)          pertentangan antara kelas-kelas sosial, umumnya disebabkan oleh karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan.
4)          Pertentangan politik
5)          Pertentangan yang bersifat internasional.

f.   Akibat-akibat dari bentuk-bentuk pertentangan adalah antara lain:
1)           tambahnya solidaritas “in-group”, atau
2)          mungkin sebaliknya yang terjadi, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok,
3)          perubahan kepribadian,
4)          akomodasi, dominasi dan takluknya satu pihak tertentu.
Apakah segi positif dan negatif dari konflik ?

G. KEKUASAAN DAN WEWENANG

1. a. Kekuasaan mempunyai peranan yang dapat menentukan nasib berjuta-juta               manusia. Karena itu, soal kekuasaan (power) amat menarik perhatian para ahli ilmu pengetahuan kemasyarakatan khususnyan.
    b. sesuai dengan sifatnya sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi tidak memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang baik sesuatu yang baik atau sesuatu ang buruk.Akan tetapi sosiologi mengakui kekuasaan sebagai unusr yang sangat penting dalam kehidupan susatu masyarakat.
C . Kekuasaan senantiasa ada di dalam setiap masyarakat, baik yang masih bersahaja, maupun yang sudah besar dan rumit susunannya.
d. Adanya kekuasaan tergantung dari hubungan antara yang berkuasa dan yang dikuasai, atau dengan perkataan lain, antara pihak yang memiliki kemampuan untuk melancarkan pengaruh dan pihak lain yang menerima pengaruh itu, dengan rela atau karena terpaksa.
e. Apabila kekuasaan dijelmakan pada diri seseorang , maka biasanya orang itu dinamakan pemimpin, dan mereka yang menerima pengaruhnya adalah pengikut-pengikutnya. Bedanya antara kekuasaan dan wewenang (authority atau legalized power) ialah bahwa setiap kemampuan untuk mempengaruh pihak lain dapat dinamakan kekuasaan, sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang pada seseorang atau kelompok orang, yang mendapat pengakuan masyarakat.
Apakah mamfaat kekuasaan?
2. a.  Kekuasaan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan.
b. Kekuasaan tertinggi dalam masyarakat dinamakan pula kedaulatan (sovereignity) yang biasanya dijalankan oleh segolongan kecil masyarakat. Oleh Gaetano Mosca disebut the ruling class.
 Apakah sifat hakikat kekuasaan?
3. Unsur-unsur pokok kekuasaan adalah :
    a.  Rasa takut,
    b. Rasa cinta
    c.  Kepercayaan
    d. Pemujaan,
Manakah yang paling berperan ?
4. Saluran-saluran kekuasaan adalah :
    a.  Saluran Militer,
    b. Saluran Ekonomi,
    c.  Saluran Politik,
    d. Saluran Tradisi,
    e.  Saluran Ideologi,
    f.  Saluran lainnya, (Misalnya alat-alat komunikasi massa)
Saluran mana yang paling baik?
5. a. Cara-cara atau usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk
mempertahankan kekuasaan antara lain adalah :
    1) Dengan jalan meninggalkan segenap peraturan-peraturan lama, terutama dalam bidang politik , yang merugikan kedudukan penguasa.
    2) Mengadakan sistem-sistem kepercayaan.
    3) Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik.
    4) Mengadakan konsolidasi secara horizontal dan vertical.
Untuk memperkuat kedudukan, penguasa dapat menempuh jalan sebagai
berikut :
1.    Menguasai bidang-bidang kehidupan tertentu.
2.   Penguasaan bidang-bidang keidupan dalam masyarakat yang dilakukan dengan paksa dan kekerasan.
Identifikasikan cara-cara lain!
6.     Menurut Robert M. Maclcer, dalam masyarakat terdapat tiga tipe umum piramida kekuasaan yang merupakan pola umum, yaitu :
a.      Tipe kasta
b.     Tipe oligarkis
c.      Tipe demokratis
Bagaimanakah dasar dan prosesnya.
7.     a.      Menurut Max Weber wewenang adalah suatu hal yang telah ditentukan dalam suatu tata terib social untuk menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan,menentukan keputusan –keputusan mengenai persoaln-persoalan yang pernting,dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan.
Wewenang ada tiga macam,yaitu ;
1)wewenang kharismatis (kharismatic autority)
2)wewenang tradisional (tradisional autority)
3)wewenang rasional/legal(rational/legal autority)
          b.      Selanjutnya dikatakan oleh Mex weber bahwa ada kecenderungan dari wewenang kharismatis,yang biasanya berkurang kekuatannya apabila keadaan dalam masyarakat berubah,untuk dijadikan kekuasaan yang tetap dengan mengangkatnya sebagai kekuasaan atau wewenang tradisional atau legal.mengapa?


H.            KEPEMIMPINAN
      
1. Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan dibutuhkan manusia karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia. 
Istilah pemimpinan adalah terjemahan leader/head/manager yang juga disebut orang yang mempunyai bawahan,  pemakaian istilah ini tergantung kepada kebiasaan atau kesenangan setiap organisasi,   menurut  bahasa Indonesia pemimpin sering disebut penghulu,  pemuka,  pelopor, penggerak,  ketua,  kepala,  panutan,  raja dan lain sebagainnya.   Pengertian pemimpin atau manajer penulis mengutip definisi-definisi yang di kemukakan para pakar diantaranya:

 
Menurut Hasibuan;   kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi prilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi (Hasibuan, 2005;169).   Menurut Siagian kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sedemikian rupa sehingga orang lain mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu tidak disenanginya (Siagian,  2004;84)  Dan menurut Soetjipto Kepemimpinan adalah proses mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja dengan antusias mencapai tujuan (Sucipto,  2002; 12),  Sejalan dengan Robert Tanembaun dan Davis and Filley dalam Hasibuan (2001) Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi,  mengarahkan ,  mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab,  supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan,  dan pemimpin adalah seorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin. 
Dari definisi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok atau bawahan agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi.   
Kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin dapat bersumber dari :
a.   Reward power,  yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan dan sumber daya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahan pemimpinnya. 
b.   Coercive power,  yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti arahan-arahan pemimpinnya. 
c.   power Legitimate,  yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai hak untuk menggunakan pengaruh dan otoritas yang dimilikinya. 
d.   Referent power,  yang didasarkan atas identifikasi (Pengenalan) bahwa terhadap sosok pemimpin.   Para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadi reputasi atau karismanya. 
e.   Expert power,  yang didasaqrkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin adalah seseornng  yang memiliki kopetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya.   Dan para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbedauntuk mempengaruhi prilaku bawahan dalam berbagai situasi. 
2.   Teori-teori kepemimpinan
Menurut Gitosudarmo dan Sudito (2000) Teori kepemimpinan dapat dapat dibedakan menjadi empat yaitu;  teori sifat,  teori perilaku,  teori situasional dan teori atribusi.   Dan kajian mengenai kepemimpinan termasuk kajian multi dimensi
a.   Teori Sifat (The trait theory)
Para peneliti mencoba menemukan karakteristik-karakteristik individu yang membedakan pemimpin yang berhasil dan pemimpin yang gagal.   Peneliti mencoba mengaitkan karakteristik-karakteristik seperti kepribadian,  emosional,  fisik,  intelektual,  dan karakteristik lainnya.   Teori-teori yang mencari karakter kepribadian,  social,  fisik,  intelektual, yang membedakan pemimpin dari bukan pemimpin (Robbis, 1997)
b.   Teori perilaku (Bahaviorist theory)
Ketidak puasan dengan teori sipat tentang kepemimpinan maka peneliti memusatkan perhatiannya pada prilaku pemimpin tentang apa yang akan dilakukan  pemimpin dan bagaimana cara melakukannya,  Keberhasilan dari pemimpin tergantung dari gaya kepemimpinan yang diterapkannya.   Menurut Robins (1996) teori prilaku adalah teori yang mengemukakan bahwa prilaku spesifik yang membedakan pemimpin dari bukan pemimpin. 
c.   Teori situasional (Situtional theory)
Efektivitas dari pemimpin tidak hanya ditentukan oleh gaya kepemimpinan tetapi juga ditentukan oleh situasi yang ada dalam kepemimpinan tersebut, factor situasi meliputi karakteristik dari pemimpin dan bawahan,  sipat dari tugas,  struktur dari kelompok dan jenis penguatan.   Menurut Stoner dan Freeman(1996) bahwa pendekatan kepemimpinan yang menguraikan bagaimana pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka sebagai respon pada keinginan untuk berhasil dalam pekerjaan,  pengalaman,  kemauan dan kemampuan dari bawahan mereka yang terus berubah. 
d.   Teori atribusi (Path-Goal Theory)
Pemimpin pada dasarnya adalah pengolah informasi,  dengan demikian pemimpin akan mencari informasi tentang sesuatu hal yang terjadi dan berusaha mencari penyebabnya yang akan dipergunakan sebagai pedoman prilaku pemimpin.   Dan teori ini adalah teori yang kontempoler, Menurut teori ini nilai strategis dan efektivitas seorang pemimpin didasarkan pada para anggota dengan penerapan reward and punishment. 

Menurut Asta Brata, kepemimpinan yang berhasil harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1.    Indra Brata, yang memberi kesenangan dalam jasmani
2.   Yama – brata, yang menunjukan pada keahlian dan kepastian hukum
3.   Surya – brata, yang menggerakan bawahan dengan mengajak mereka untuk bekerja persuasion
4.   Caci – brata, yang memberikan kesenangan rohaniah
5.   Bayu – brata, yang menunjukan keteguhan pendiran dan rasa tidak segan – segan untuk turut merasakan kesukaran – kesukaran pengikutnya.
6.   Dhana – brata, menunjukan pada suatu sikap yang patut di hormati.
7.   Paca – brata, yang menunjukan kelebihan di dalam ilmu pengetahuan, kepandaian dan keterampilan .
8.   Agni – brata, yaitu sikap memberikan semangat pada anak buah.
       
Demikianlah beberapa sifat atau syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang baik menurut mitologi Indonesia. Sifat – sifat tersebut dngan perubahan di sana – sini dapat diterapkan pula pada dalam kepemimpinan yang moderen.

 Kepemimpinan Menurut Ajaran Nasional

        ajaran – ajaran tradisional seperti misalnya di jawa, mengambarkan tugas seorang pemimpin melalui pepatah sebagai berikut:
“ Bacalah R. Arifin abdul Rachman, Asta Brata Dalam Rangka Manajemen, di terbitkan oleh lembaga Administrasi Negara, 1962.
Ing ngarsa sung tulada
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani

Pepatah tersebut sering dipergunakan oleh almarhum Ki Hajar Dewantara, yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kerang lebih adalah sebagai berikut :

Di muka memberi tauladan
Di tengah – tengah membangun semangat
Dari belakan memberikan pngaruh 

        Seorang pemimpin di muka, harus memiliki idealisme yang kuat, serta dia harus menjelaskan cita – citanya kepada masyarakat dengan cara – cara sejelas mungkin, karena dia harus mampu menentukan suatu tujuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, serta merintis kearah tujuan tersebut dengan menghilangkan segala hambatan, antara lain dengan menghapuskan lembaga – lembaga kemasyaraakatan yang telah usang. Bahayanya dalam pemipin di muka adalah, kemungkinan berjalan terlalu cepat, sehingga masyarakat yang dipimpinnya tertinggal jauh.

        Seorang pemimpin di tengah – tengah, megikuti kehendak yang dibentuk masyarakat. Ia dapat selalu mengamati jalannya masyarakat, serta dapat merasakan suka dukannya. Dari dia diharapkan dapat merumuskan perasaan – perasaan serta keinginan – keinginan mayarakat untuk memperbaiki keadaan yang kurang menguntungkan.

        Pemimpin di belakang di harapkan mempunyai kemampuan untuk mengikuti perkembangan masyarakat. Dia kerkewajiban untuk menjaga agar perkembangan masyarakat tidak menyimpang dari norma – norma dan nilai – nilai yang pada waktu masa dihargai oleh masyarakat. Sendi – sendi kepemimpinan adalah keuntuhan dan harmoni. Pemimpin yang demikian berkecendrungan untuk menjadi formalitasi. Kepemimpinan di belakang masih jelas tergambar dari istilah – istilah seperti “ Pamong Praja ”,  “ Pamong Desa ”  dan seterusnya, yang mengambarkan bahwa fungsi pemimpin adalah untuk membimbing masyarakat.

        Sifat pemimpin di belakang tersebut dengan jelas tersirat dalam pepatah adat asal Minangkabau yang terjemahanya adalah sebagai berikut :

Sebatang kayu yang besar di tengah lapang
Tempat berlindung di waktu hujan
Tempat bernaung di waktu panas
Urat – urat tempat bersandar

        Memang kepemimpinan tradisional Indonesia, pada umumnya bersifat sebagai kepemimpinan di belakang, yang hinga dewasa ini masih tetap dipertahankan terutama pada masyarakat – masyarakat tradisional yaitu masyarakat – masyarakat hukum adat.

4. Sandaran – sandaran Kepemimpinan Dan Kepemimpinan yang Dianggap Efektif 

        kepemimpinan seseorang ( pemimpin ) harus mempunyai sandaran – sandaran jemasyarakatan atau social basis. Pertama – tama kepemimpinan erat hubungannya dengan susunan masyarakat. Masyarakat – masyarakat yang agraris di mana belum ada spesialisasi, biasanya kepemimpinan meliputi seluruh bidang kehidupan masyarakat.

        Kekuatan kepemimpinan juga ditentukan oleh suatu lapangan kehidupan masyarakat yang pada suatu saat medapat perhatian khasus dari masyarakat yang disebut cultural focus. Cultural focus dapat berpindah – pindah, maksudnya pada suatu waktu pada lapangan politik, lain waktu pada lapangan hukum,  kemudian lapangan ekonomi dan seterusnya.Apabila pada suatu saat cultural focus beralih, maka si pemimpin pun harus mampu mengalihkan titik berat kepemimpinannya pada cultural focus yang baru.
Setiap kepemimpinan yang efektif harus memperhitungkan social basis apabila tidak menghendaki timbulnya ketegangan-ketegangan atau setidak-tidaknya terhindar dari pemerintahan boneka belaka.
Kepemimpinan di dalam masyarakat-masyarakat hukum adat yang tradisional dan homogen, perlu disesuaikan dengan susunsn masyarakat tersebut yang masih tegas-tegas memperlihatkan ciri-ciri paguyuban. Hubungan pribadi antara para pemimpin dengan yang dipimpin sangat dihargai. Hal ini disebabkan, pemimpin-pemimpin pada masyarakat tersebut adalah pemimpin-pemimpin tidak resmi informal leaders  yang mendapat dukungan tradisi atau karena sifat-sifat pribadinya yang menonjol. Dengan sendirinya, masyarakat lebih menaruh kepercayaan terhadap pemimpin-pemimpin tersebut, beserta
peraturan-peraturan yang dikeluarkan.
        Perlujuga dicatat, bahwa kepemimpinan dalam masyarakat-masyarakat tradisional, umumnya dilaksanakan secara kolegial (bersama-sama). Seoraang penyumbang marga sebagai kepala adapt di Daerah Lampung misalnya, tidak akan bertindak sendiri sebelum dirundingkan dalam suatu rapat yang dinamakan proatin. Sifat kolegial dari daerah minangkabau tercermin dari pepatah adatnya yang berbunyi (terjemahan):
        Air memancar dengan bulat karena pembuluh,
        Dan putusan menjadi bulat karena mufakat.
Dengan demikian, maka keputusan para pemimpin tersebut sekaligus merupakan pula rasa keadilan masyarakat yang bersangkutan. Pada umumnya para pemimpin masyarakat tradisional adalah pemimpin-pemimpin di belakang atau di tengah. Jarang sekali yang menjadi pemimpin di muka. Sebaliknya, apabila ditinjau dan ditelaah keadaan di kota-kota besar, maka susunan masyarakat kota tersebut menghendaki kepemimpinan yang lain dari kepemimpinan pada masyarakat tradisional. Untuk memenuhi kebutuhan setiap golongan masyarakat kota, tak lagi dapat dilaksanakan melalui hubungan-hubungan pribadi. Kebijaksanaan-kebijaksanaan rasionallah yang lebih diperlukan.

5. Tugas dan Metode

Secara sosiologis, tugas-tugas pokok seorang pemimpin adalah:

a.       Memberikan suatu kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi pengikut-pengikutnya. Dengan adanya kerangka pokok tersebut, maka dapat disusun suatu skala prioritas mengenai keputusan-keputusan yang perlu diambil untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi (yang sifatnya potensial atau nyata). Apabila timbul pertentangan, maka kerangka pokok tersebut dapat digunakan sebagai pedoman untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi.
b.       Mengawasi, mengendalikan serta menyalurkan perilaku warga masyarakat yang dipimpinnya.
c.       Bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia diluar kelompok yang dipimpin.

Suatu kepemimpinan (leadership) dapat dilaksanakan atau diterapkan dengan berbagai cara (metode). Cara-cara tersebut lazimnya dikelompokkan kedalam kategori-kategori, sebagai berikut:
a.       Cara-cara otoriter, yang cirri-ciri pokoknya adalah sebagai berikut:
i.             Pemimpin menentukan segala kegiatan kelompok secara sepihak.
ii.           Pengikut sama sekali tidak diajak untuk ikut serta merumuskan tujuan kelompok dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
iii.          Pemimpin terpisah dari kelompok dan seakan-akan tidak ikut dalam proses interaksi didalam kelompok tersebut.


b.       Cara-cara demokratis dengan cirri-ciri umum sebagai berikut:
ii.           Secara musyawarah dan mufakat pemimpin mengajak warga atau anggota kelompok untuk ikut serta merumuskan tujuan-tujuan yang harus dicapai kelompok, serta cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
iii.          Pemimpin secara aktif memberikan saran dan petunjuk-petunjuk.
iv.          Ada kritik positif, baik dari pemimpin maupun pengikut-pengikut.
v.            Pemimpin secara aktif ikut berpartisipasi didalam kegiatan-kegiatan kelompok.

c.       Cara-cara bebas dengan cirri-ciri pokok, sebagai berikut:
i.             pemimpin menjalankan peranannya secara pasif.
ii.           Penentuan tujuan yang akan dicapai kelompok sepenuhnya diserahkan kepada kelompok.
iii.          Peminpin hanya menyediakan sarana yang diperlukan kelompok.
iv.          Pemimpin berada di  tengah-tengah kelompok, namun dia berperan hanya sebagai penonton.

Sebenarnya ketiga katagori cara tersebut diatas dapat berlangsung  bersamaan, karena metode mana yang terbaik senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapi. Cara-cara demokratis, umpamanya, mungkin hanya dapat diterapkan di dalam masyarakat yang warganya mempunyai taraf pendidikan cukup. Cara-cara otoriter mungkin lebih tepat untuk diterapkan di dalam masyarakat yang sangat heterogen, sedangkan cara-cara bebas lebih cocok bagi masyarakat yang telatif homogen.


I.  LAPISAN MASYARAKAT (STRATIFIKASI SOSIAL)

1.     
a.      Selama dalam satu masyarakat ada sesuatu yang dihargai, dan setiap masyarakat pasti mempunyai seseatu yang dihargainya, maka barang sesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem lapisan dalam masyarakat itu. Baran sesuatu yang dihargai di dalam masyarakat mungkin berupa uang atau benda-benda yang bernilai ekonomis, mungkin juga berupa tanah, kekuasaan, ilmu pengetahuan, kesalehan dalam agama atau mungkin juga keturunan yan terhormat. Apakah selalu demikian?

b.           Adanya sistem lapisan masyarakat dalam sosiologi dikenal dengan istilah social stratification yag merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hirarkis).

2.   Adanya sistem lapisan masyarakat dapat erjadi denga sendirinya (dalam proses pertumubuhan masyarakat itu) tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Manakah yang lebih banyak terjadi?

3.   Pembedaan atas lapisan merupakan gejala universal yang merupakan bagian dari sistem sosial setiap masyarakat. Untuk meneliti terjadinya proses lapisan dalam masyarakat, pokok-pokoknya adalah:

a.      Sistem lapisan berpokok pada sistem pertentangan dalam masyarakat. Sistem demikian hanya mempunyai arti khusus bagi masyarakat-masyarakat tertentu yang menjadi obyek penyelidikan.
b.     Sistem lapisan dapat dianalisis dalam arti-arti sebagai berikut:
i)    Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif seperti misalnya penghasilan, kekayaan, keselamatan (kesehatan, laju kejahatan).
ii)   Sistem pertanggaan yang diciptakan oleh para warga masyarakat (prestise dan penghargaan),
iii) Kriteria sistem pertanggaan dapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan,
iv) Lambang-lambang kedudukan, seperti tingkah-laku hidup, cara berpakaian, perumahan, keanggotaan pada suatu organisasi dan selanjutnya,
v)   Mudah-sukarnya bertukar kedudukan,
vi) Solidaritas diantara individu atau kelompok-kelompok sosial yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat.
a)   pola-pola interaksi (struktur klik, keanggotaan organisasi, perkawinan dan sebagainya),
b)  kesamaan atau ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai-nilai,
c)   kesadaran akan kedudukan masing-masing,
d)  aktivitas sebagai organ kolektif, terapkan hal-hal tersebut dalam kenyataan !

4.    
a.   Sifat sistem lapisan masyarakat dapat tertutup (closed social stratification) dan dapat pula terbuka (open social stratification). Yang bersifat tertutup tidak memungkinkan pindahnya seseorang dari satu lapisan yang lain, baik gerak pindahnya itu ke atas atau ke bawah. Di dalam sistem yang demikian, satu-satunya jalan untuk mesuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran.
b.   Sebaliknya di dalam sistem terbuka, setiap anggota mesyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan, atau bagi mereka yang tidak beruntung, untuk jatuh dari lapisan yang atas ke lapisan di bawahnya. Mungkinkah ada dua-duanya dalam satu masyarakat ?



5.
a.   Kelas sosial ( social class) adalah semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedang kedudukan mereka itu diketahui serta diakui oleh masyarakat umum.
b.   Kurt. B. Mayer berpendapat bahwa istilah kelas hanya dipergunakan untuk lapisan yang bersandarkan atas unsur-unsur ekonomis, sedangkan lapisan yang berdasarkan atas kehormatan kemasyarakatan dinamakan kelompok kedudukan (status group).
Max weber mengadakan perbedaan antara dasar-dasar ekonomi dan dasar-dasar kedudukan sosial,akan tetapi dia tetap menggunakan istilah kelas bagi semua lapisan.adanya kelas yang bersifat ekonomis dibaginya lagi dalam kelas yang bersandarkan atas pemilikan tanah dan benda-benda ,serta kelas yang bergerak dalam bidang ekonomi dengan menggunakan kecakapannya .di samping itu,Max Weber masih menyebutkan adanya golongan yang mendapat kehormatan khusus dari masyarakat dan dinamakannya stand

c.   Joseph Schumpeter mengatakan bahwa terbentuknya kelas dalam masyarakat karena diperlukan untuk menyesuaikan masyarakat dengan keperluan-keperluan yang nyata,akan tetapi makna kelas dan gejala-gejala kemasyarakatan lainnya hanya dapat dimengerti dengan benar apabila diketahui riwayat terjadinya.

d.   Apabila pengertian kelas ditinjau dengan lebih mendalam maka akan dijumpai beberapa kriteria tradisional yaitu :

1)   Besar atau ukuran jumlah angota-anggotanya
2)  Kebudayaan yang sama , yang menentukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban warganya
3)  Kelanggengan
4)  Tanda-tanda/lambang-lambang yang merupakan ciri-ciri khas
5)  Batas-batas yang tegas (bagi kelompok itu terhadap kelompok lain )
6)  Antagonisme tertentu
e.   Sehubungan dengan kriteria tersebut di atas , kelas menyediakan kempatan atau fasilitas-fasilitas hidup tertentu.Sosiologi menamakannya life chances.
f.   Ukuran-ukuran yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan adalah :
a.   Ukuran Kekayaan
b.   Ukuran kekuasaan
c.   Ukuran kehormatan ,dan
d.   Ukuran ilmu pengetahuan

2.     
a.   Hal yang mewujudkan unsur-unsur baku dalam teori sosiologi tentang sistem lapisan dalam masyarakat adalah kedudukan (status) dan peranan (role).
b.   Kedudukan ,sebagaimana lazimnya dimengerti,mempunyai dua arti .Secara abstrak , kedudukan berarti tempat seseorang dalam suatu pola tertentu. Dengan demikian seseorang dikatakan mempunyai beberapa kedudukan , oleh karena seseorang biasanya ikut serta dalam pelbagai pola-pola kehidupan. Pengertian tersebut menunjukkan tempatnya sehubungan dengan kerangka masyarakat secara menyeluruh.Apabila dipisahkan dari individu yang memilikinya ,kedudukan hanya merupakan kumpulan hak-hak dan kewajiban.oleh karena hak dan kewajiban hanya dapat terlaksana melalui perantara individu maka agak sukar untuk memisahkannya secara tegas dan kaku.







J. SOSIOLOGI ILMU YANG MEMPELAJARI MANUSIA DAN KEBUDAYAAN    

a.    Pitirim A Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
a.   Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya);
b.   Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial (misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya);
c.   Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.
b.   Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok-kelompok.
         
c.   William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

d.   J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
       
e.   Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Selanjutnya menurut Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal-balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya. Salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan di dalam struktur sosial.

K. OBYEK SOSIOLOGI

        Sebagaimana halnya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, obyek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Agak sukar untuk memberikan suatu batasan tentang masyarakat, oleh karna istilah masyarakat terlalu mencakup banyak pelbagai faktor, sehingga kalaupun diberikan suatu definisi yang berusaha mencakup keseluruhannya, masih ada juga yang tidak memenuhi unsur-unsurnya. Beberapa orang sarjana telah mencoba untuk memberikan definisi masyarakat (society) seperti misalnya:
a.   Mac Iver dan Page yang menyatakan bahwa: ”Masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dari pengawasan tingkah-laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial. Dan masyarakat selalu berubah”.
b.   Ralph Linton. ”Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
c.   Selo Soemardjan menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.
Walaupun definisi dari sarjana-sarjana tersebut berlainan, akan tetapi pada dasarnya isinya sama yaitu masyarakat yang mencakup beberapa unsur, sebagai berikut:
1)   Manusia yang hidup bersama. Di dalam ilmu sosial tak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. Akan tetapi secara teoritis angka minimnya adalah dua orang yang hidup bersama.
2)  Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi, meja dan sebagainya. Oleh karena dengan berkumpulnya manusia, maka akan timbul manusia-manusia baru. Manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti; mereka juga mempunyai keinginan-keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, tumbullah sistem komunikasi dan timbullah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok tersebut.
3)  Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu Kesatuan.
4)  Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan lainnya.

                      
L.  PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

1.    Pengertian Perubahan sosial dan kebudayaan adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat , yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk didalamnya nilai-nilai sikap-sikap dan pola pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
2.   Faktor yang menyebabkan perubahan adalah
faktor yang bersumber dari masyarakat :
a.   Faktor Dari dalam masyarakat
1)   Bertambah atau berkurangnya penduduk
2)  Adanya penemuan baru
3)  Pertentangan dalam masyarakat
4)  Terjadinya pemberontakan dalam masyarakat atau revolusi
b.   Faktor dari luar Masyarakat
1)   Sebab yang berasal dari lingkungan fisik
2)  Peperangan dengan Negara lain
3)  Pengaruh kebudayaan lain